Jakarta Consulting Firm
 +62 21 7279 0338
info@provalindonusa.com
  • Follow

news

News

Hanya Ada Dua Di Dunia Dan Satu Di Indonesia

Pariwisata menjadi sektor potensial untuk dikembangkan dalam rangka merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dilansir dari laman newsantara.com, berbagai organisasi internasional antara lain PBB, Bank Dunia dan World Tourism Organization, telah mengakui bahwa pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Pariwisata menjadi sektor potensial untuk dikembangkan sebab di setiap negara memiliki daya tarik wisata yang berbeda. Perbedaan daya tarik wisata pun kemudian menyebabkan pariwisata di setiap negara bervariasi.

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur, dimana Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi dalam bidang kepariwisatawan. Pariwisata menjadi salah satu faktor penunjang pembangunan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi, oleh sebab itu pemerintah Kabupaten Banyuwangi banyak membuat program pengembangan kawasan strategis cepet tumbuh di sektor kepariwisataan. Perencanaan kawasan strategis tersebut meliputi pengembangan kawasan agropolitan terintegrasi dengan pengembangan agrowisata ijen dan juga pengembangan kawasan cagar alam hutan lindung taman nasional.

Sumber : Kompasiana.com

Salah satu program pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan pemetaan wilayah pengembangan pariwisata (WPP) I, wilayah pengembangan pariwisata (WPP) II dan wilayah pengembangan pariwisata (WPP) III. Pembentukan WPP bertujuan untuk membantu pemerintah dalam menentukan kawasan strategis dan biasa disebut dengan “Diamond Triangle”. Diamond Triangle merupak wilayah dengan jenis wisata dominan kawasan hutan dan pemandangan alam, kawasan Diamond Triangle terdiri dari Kawasan Kawah Ijen, Kawasan Plengkug dan Kawasan Sukamade.

 

 

 

Pesona Kawah Ijen dan Fenomena Blue Fire

Kawah Ijen menjadi salah satu tempat wisata dengan daya tarik bagi penggila fotografi nasional hingga mancanegara. Gunung Ijen adalah salah satu dari gunung merapi di Indonesia yang masih aktif dengan bau belerang yang menyengat ini bahkan, tidak menyurutkan niat penikmat lanskap dan fotografi untuk turun hingga mendekati sulfur kuning blue fire, yang hanya bisa disaksikan di kala gelap saja. Kawah Ijen sebagai wisata Indonesia dengan kawah biru dan blue fire yang menjadi primadonanya. Tidak hanya sebuah danau kawah, Kawah Ijen juga merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia. Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat.

Gunung yang menjadi tempat wisata ini memiliki ketinggian 2.443 Mdpl, jarak tempuh hingga ke puncak kurang lebih 3 km dengan sudut kemiringan 25-35 derajat serta memakan waktu kurang lebih 2-3 jam dengan durasi istirahat yang banyak. Setelah itu, maka pengunjung wisatawan akan disajikan dengan panorama yang akan menghipnotis mata serta hati diatas ketinggian.

Sumber : Ijen Volcano Tour

Meski tidak setenar Gunung Rinjani, Semeru, atau Bromo, Gunung Ijen terasa istimewa karena memiliki fenomena langka berupa Blue Fire yang hanya ada dua di dunia dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Blue Fire sendiri merupakan reaksi dari gas bumi ketika bertemu oksigen pada tingkatan tertentu. Hasil dari reaksi ini terlihat seperti api yang berwarna biru. Momen untuk menyaksikan Blue Fire terbaik yaitu berada pada pukul 02.00 – 04.00 WIB. Fenomena ini kemungkinan sudah terjadi sejak ratusan atau ribuan tahun lalu. Hanya saja, Blue Fire baru ditemukan pada 1950 oleh penambang yang bekerja di gunung dan baru diketahui pada 2014 lalu. Untuk retribusi harga tiket memasuki kawasan wisata Ijen, pada weekdays dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 dan weekend sebesar Rp 7.500 dan untuk mancanegara sebesar Rp 100.000.

Sumber : Ijen Volano Tour

Upaya-upaya Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyadari perlu adanya perbenahan ditinjau dari segi pengembangan pariwisata. Dilansir dari Kompas.com, menyambut kegiatan IMF-World Bank pada Oktober 2018 di Bali, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menargetkan untuk menggaet 2.000 tamu wisatawan delegasi utusan berbagai Negara untuk bisa singgah di Banyuwangi. Ada dua tempat wisata andalan yang ditawarkan yaitu Gunung Ijen serta Taman Nasional Alas Purwo yang cocok untuk surfing. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang membenahi dari segi aksesibilitas, dimana pelebaran jalan dan perbaikan jalan menuju Kawah Ijen terus dilakukan.

Sumber : News Antara

Namun tak hanya itu saja, meskipun tidak didapati adanya kegiatan tahunan, wisatawan di Kabupaten Banyuwangi diketahui terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat jumlah total wisatawan ke Banyuwangi pada tahun 2017 mencapai 3.176.429 jiwa untuk wisatawan domestik dan 43.983 jiwa untik wisatawan mancanegara. Dengan total jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara yang semakin meningkat tersebut, pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan berbagai rencana ke depannya. Kementerian Pariwisata sudah menunjuk Kabupaten Banyuwangi sebagai contoh kemasan wisata daerah. Banyuwangi dipilih karena dianggap telah mampu mengemas potensi-potensi yang dimiliki hingga menjadi daerah wisata yang dikenal dan terus berkembang. Pada Tahun 2016, Taman Wisata Alam Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia. Diharapkan, ke depannya Kabupaten Banyuwangi di bidang pariwisata dapat sebagai berkembang setiap tahunnya.

 

Penulis : Nindya Kinanti Paramasasi

 

  Join Our Newsletter